Install this theme
Ferguson is the most successful manager and coach — rolled into one — that the sport has ever seen. ‘’The biggest task in my time?’’ he once said. ‘’Managing change.’’
The New York Times
cerai

Karena post tentang cinta sudah terlalu mainstream.

Sudah berita lama sebenarnya, kalau gaya hidup keluarga jaman sekarang adalah nikah-cerai. Beberapa orang bilang itu salah para selebritis, yang setiap hari selalu ada di berita gosip, dikabarkan bercerai, menggugat cerai, digugat cerai, sidang cerai, dsb. Sehingga mind set masyarakat jadi menganggap cerai itu hal biasa. Padahal mungkin, dulu, jaman kakek nenek saya, cerai itu dianggap hampir hampir nyenggol haram, mengingat di agama saya Tuhan membenci perceraian, walaupun tidak melarangnya.

Ini sepenuhnya asumsi saya ya.

Saya bisa memahami kenapa beberapa orang bercerai. Beberapa ada yang karena kesenjangan ekonomi suami-istri. Biasanya itu karena istrinya wanita karir, lalu gajinya besar, lalu anak-anaknya terabaikan, lalu suaminya merasa tertindas (mungkin), lalu suaminya menemukan wanita yang lebih patuh, lalu istrinya menemukan pria yang lebih “lebih”, lalu tidak ada yang mendengarkan aspirasi anak, karena memang dari dulu mereka tidak pernah didengar. Lalu pasangan tersebut bercerai.

Ada yang karena tidak terpenuhinya ekspektasi pra-menikah. Maksudnya gini, sebelum menikah setiap orang pasti punya harapan-harapan perubahan yang ingin dipenuhi dengan pernikahan yang akan dilakukan. Biasanya tentu harapan itu harapan yang baik, bukan sebaliknya. Tapi namanya juga hidup, siapa yang tahu akhirnya gimana. Pasti akan ada cita-cita yang tidak terpenuhi. Beberapa orang, saya temui cukup terfokus pada cita-citanya, sehingga ketika tidak terpenuhi, akan mencari cara lain untuk mencapainya. Tidak jarang, antara suami istri kurang paham dengan cita-cita satu sama lain, sehingga salah satu pihak akan merasa kurang didukung. Pada beberapa kasus, ketika harapan suami/istri itu terpenuhi, pasangannya kurang bisa menerima perubahan itu. Usia pernikahan ternyata bukan jaminan kesepahaman.

Ada yang karena kurangnya komunikasi. Biasanya ini suami-istri sama-sama sibuk kerja dan kurang dibangun kemesraannya. Sehingga, banyak godaan yang datang. Bukan ilmu pasti sih, kalo jarang komunikasi pasti akan tergoda faktor luar. Tapi kebanyakan seperti itu. Dari kurang komunikasi, akhirnya jadi sering bertengkar, sering diem-dieman, sering melakukan aktivitas sendiri-sendiri. Misalnya suaminya nonton tivi di kamar bawah, istrinya nonton tivi di kamar atas. Tapi channel yang dilihat sama. Berita yang dilihat sama. Artis x mau cerai.

Dan masih banyak alasan perceraian yang lain.

Entahlah, tapi random thought adalah hobi saya. What if, JUST IF, you are getting divorced? Maksud saya, yaa kita tidak bisa kan terus berharap pada hasil terbaik. Dan kalau ada hal yang saya bisa pelajari dari perkuliahan, adalah, you can’t always predict, but you can always prepare. Bagaimana jika kita sendiri besok yang akan cerai? Let’s prepare.

Eits, saya tidak mengajak siapa-siapa bercerai ya, saya mengajak untuk mempersiapkan, untuk masa depan yang lebih baik. Bagi pihak-pihak yang merasa ini ide buruk, silahkan berhenti membaca sampai sini. Dan terimakasih.

Beberapa wanita saya temui sangat sedih dan putus asa setelah perceraian. Tersesat dan tak tau arah jalan pulang. Dan itu membuat saya sedih melihat keadaan mereka. Mungkin karena mereka belum sempat menyiapkan perceraian. Padahal bisa jadi, apabila dipersiapkan, ini tidak akan menyakitkan seperti kelihatannya.

Hal yang paling penting bagi wanita adalah bekerja. Lho, bukannya tadi wanita karir itu yang biasanya menyebabkan perceraian ya? Hmm, beda ya wanita karir dan wanita bekerja. Wanita karir itu wanita bekerja yang fokusannya ke karir. Tentang jabatan yang meningkat, gaji yang naik, bos yang semakin terkesan, dan hal hal fokus karir lain. Kalau wanita bekerja, ya wanita yang punya pekerjaan. Dan itu tidak harus di kantor. Misalnya jadi penjahit, atau jual katering, atau dagang baju, dan pekerjaan lain. Kenapa penting untuk bekerja? Biar terus ada pemasukan. Dalam pernikahan, baik juga kok istri bekerja, membantu suami. Ketika bercerai, paling tidak ada hal yang bisa dijadikan topangan hidup dan tidak merepotkan siapa-siapa. Karena mencari kerja itu susah. Apalagi kalau umur kita sudah banyak dan tidak ada pengalaman bekerja.

Hal yang penting lainnya adalah mindset mandiri. Usahakan untuk bisa melakukan hal-hal sederhana sendiri. Seperti mengendarai kendaraan baik itu motor atau mobil, mengganti lampu, mengangkat galon, mencuci motor, dan hal lainnya. Belajar mandiri itu penting dan sangat menguntungkan. Bukan hanya ketika bercerai, tapi juga ketika dalam pernikahan. Misalnya ketika suami ke luar kota, atau sedang istirahat di rumah, mereka jadi tidak terbebani dan terlalu khawatir akan hal-hal sepele, karena istrinya mandiri. Tuh, idaman banget kan. Dengan mandiri, kita bisa membantu mengurangi pengeluaran. Dengan mandiri, kita akan mencintai diri kita sendiri. Dengan mandiri, kita bisa menghadapi kesendirian, bukan hanya pasca peceraian, tapi juga kematian.

Hal selanjutnya adalah merencanakan fokusan kegiatan. Ketika setelah bercerai, kesedihan yang berlarut-larut itu biasanya terjadi karena tidak ada kegiatan lain yang bisa dilakukan. Maka ada baiknya fokusan kegiatan itu dirancang dari sekarang. Banyak hal yang bisa dilakukan, mulai dari menghijaukan lingkungan rumah, memberdayakan masyarakat kurang mampu, mendidik dan membahagiakan anak, dan kegiatan mulia lainnya. Kegiatan yang bermanfaat akan mengalihkan perhatian dari kesedihan. Kebahagiaan yang didapat dari membahagiakan orang lain akan mengisi kekosongan jiwa.

Bukan keharusan untuk mencari pengganti. Nah ini. Setelah bercerai biasanya jiwa yang terbiasa terisi akan menjadi hampa. Akibatnya terus mencari-cari pengganti. Padahal itu bukan suatu keharusan sih menurut saya. Saya akan lebih memilih untuk independen dan fokus ke keluarga. Ke Tuhan. Ke orang tua. Ke pendidikan. Ke masyarakat. Ke Tuhan. Dan banyak hal lain. Karena sumber kebahagiaan itu tersebar.

“sekarang kamu bisa ngomong gini yen, ngomong 10-15 taun lagi, ” Okay, challenge accepted!

 

Karena post tentang cinta sudah terlalu mainstream.

Tapi anti-mainstream juga sudah terlalu mainstream.

room which I don’t know yet who i share with
it’s Autodesk Homestyler!! mencoba bereksperimen sebagai desainer interior. mencoba merancang sendiri rumah masa depan. HAHAHA. highly recommended, you should try.

room which I don’t know yet who i share with

it’s Autodesk Homestyler!! mencoba bereksperimen sebagai desainer interior. mencoba merancang sendiri rumah masa depan. HAHAHA. highly recommended, you should try.

He has so many creations, and yet He never forgets me, but I only have One Creator, and I’ve forgotten him countless of times.
Shaykh Saadi rahimahullah  (via memonite) . (via idayumumtaz)
taken from mr.dwikrid’s wisdom

“do you ever have those moments where even if you’re not romantically involved with someone, you see someone else start talking to them and you just kinda wanna hiss and throws things at them because fck you that’s my person get your own. lol XD”

Ini status seorang teman di Facebook yang saya baca hari ini. Saya membacanya sambil senyum-senyum, sambil mengingat bagaimana saya pernah mengalami saat-saat yang dituliskan teman saya di atas.

Bahwa manusia tidak eksis untuk satu orang saja – katakanlah, sebagai orang yang dicintainya. Bahwa diri itu plural dan berintensi pada banyak hal – dalam hal ini adalah orang-orang lain – adalah ya. Demikian manusia bertumbuh, sehingga seseorang tak bisa kita miliki untuk diri kita saja. Jika kita menginginkan agar eksistensi seseorang hanya mengarah pada diri kita saja, dia bukanlah siapa yang kita lihat – yang kita kagumi, atau cintai – hari ini.

http://dwikrid.wordpress.com

stand up, stay strong. even if the whole world betrayed you.
12+01=13

Siapa kira di sebelah kanan ku ada anak geng motor?
Jaketnya bau matahari, jaket pelantikan katanya
Siapa kira di sebelah kiri ku ada gadis milik sejuta umat?
Nyaris sempurna, sayang mas Sengky yang jadi pacarnya
Baru aku toleh ke kiri, Didit sudah jadi direktur ternyata
Hans pindah aliran jadi preman
Dan Sando baiknya jadi anggota boyband saja

Acenk mana? Ah paling dia sibuk foto
Huh, harusnya aku tidak duduk disini
Demo Final Project Pemrograman J2EE kan senin nanti
Tapi entahlah, aku juga tidak mau pergi
Jarang aku bisa bersama duo Hijabers, Azima dan Suci (ups)
Surat cinta Pradipta ketahuan, malu dia
Anak anak masih tega saja tertawa
Oh, mas farid? Baik sekali masih mau menyapa
Selasa besok Tugas Akhir-nya dikumpulkan
Tapi ia masih disini juga, alih-alih mengerjakan

Sudah diputuskan! Bulan depan harus ke Kawah Ijen
Mas Sengky ketuanya
Rifda haruslah menyerahkan semua motor kawannya untuk pergi
Dan untuk ini, tyan harus ikut, jangan dia cuma menangis melihat Ainun saja

Ini bukan tentang bersenang-senang
Setahun kami bersama juga terlalu banyak dukanya
Melakukan kebaikan itu sama dengan melihat wajah Tuhan, kata mereka
Setahun kami bersama juga untuk mencoba merasakan sinarNya
Sosmas tidak bisa makan enak sendiri
Harus ada Acenk, Sando, Didit untuk diajak berbagi
Dan jangan kalahkan kekuatan wanita
Karna mbak Gisel satu, yang takluk jumlahnya sejuta

Kegagalan mungkin bisa jadi cerita yang cukup buruk di masa tua untuk diceritakan kepada anak cucu. Tapi penyesalan, tentu akan menjadi cerita terburuk untuk anak cucu.
DDP
In between

superzupper:

by Destara Sati 

Aku menjadi cenderung padamu karena dua hal

Pertama, karena aku perempuan

Kedua, karena kau lelaki

Kemudian aku jatuh hati, karena kau berlaku selayaknya laki-laki

Semata-mata dengan begitu, aku tergerak menjadi sebenar-benarnya perempuan

Aku menjadi yakin padamu karena kau ragu pada dirimu sendiri

Laki-laki yang layak dipilih adalah yang selalu khawatir tidak layak jadi pilihan

Perempuan yang baik adalah perempuan yang sulit dimengerti

Karena penjagaan dirinya begitu rapih

Aku ceritakan sedikit.

Kau harus mencari tahu lebih banyak.

Read More

did-you-kno:

Source

oh.. now i see :|

did-you-kno:

Source

oh.. now i see :|